Dicari marketing pria - wanita
Gaji + Komisi besar 1 juta s.d 3 juta keatas
Jakarta - Gajah mada Plaza
Sabtu , Minggu juga Bisa
Telp . 021.9140.9440 - rcjakarta@gmail.com
..<< Jual Rumah >>..

Monday, 13 October 2008

Taman Mungil yang Memesona

HUNIAN semungil apa pun kini bisa memiliki bagian-bagian yang dulu hanya identik dengan rumah berlahan luas, termasuk memiliki taman indah nan asri.

Dulu rumah mungil jarang memiliki taman, apalagi yang indah, karena katanya akan membuat lahan jadi kelihatan lebih sempit dan sumpek. Ditambah lagi kebingungan pemilik rumah dengan lahan terbatas dalam memilih tanaman apa yang cocok ditanam. Padahal seperti sirkulasi udara, membuat taman tidak selalu memerlukan lahan yang luas.


Anggapan negatif itu kini telah terpatahkan dengan mulai bermunculannya rumah- rumah mungil yang memiliki kebun atau taman yang ditata tidak kalah indah dengan taman yang dimiliki rumah besar di perumahan mewah.

Lahan berukuran 2 x 3 meter saja kini bisa dijadikan taman yang indah dan sejuk. Tinggal bagaimana konsep taman yang ingin Anda terapkan. Yang perlu Anda ingat adalah jangan batasi ide menata taman Anda hanya pada tanaman.

Untuk sebuah taman minimalis yang biasanya berada di lahan sempit, tak sembarang tanaman dan ornamen pantas diletakkan di sana. Menurut Arwindrasti, arsitek lanskap, salah pilih tanaman akan membuat lahan sempit terlihat semakin sempit. Karena berada di lahan yang terbatas, biasanya sekitar 2-6 meter persegi, pemilik rumah tentu menginginkan taman minimalis ini bisa ditata seoptimal mungkin.

Taman minimalis sebaiknya menonjolkan aksen natural dengan material yang tidak terlalu banyak, terutama jika bangunan rumah memiliki jendela ukuran besar. Selain itu, menurut wanita yang juga dosen Jurusan Arsitektur Lanskap di Universitas Trisakti Jakarta ini, aspek kesehatan dan kenyamanan penghuni rumah sangat perlu diperhatikan ketika membuat taman minimalis.

Anda tahu bukan, hunian minimalis yang sempit sangat membutuhkan pasokan oksigen? Nah, kebutuhan oksigen dapat diperoleh dari proses fotosintesis tanaman hijau. Karena itu, perbanyak tanaman hijau di taman minimalis. Oksigen bisa juga diperoleh dari unsur air. Karena itu, menghadirkan kolam plus air terjun atau pancuran, merupakan langkah yang tepat.

Membuat taman tidak selalu identik dengan tanaman yang banyak dan rimbun. Membuat kolam pun bisa menjadi konsep menarik. Menurut Aswir, seorang pemilik usaha lanskap, kolam yang cocok untuk lahan sempit bentuknya harus memanjang dan tidak melebar. Kolam yang melebar membuat taman terkesan kurang luas.

Di sekeliling kolam, Anda dapat meletakkan berbagai jenis tanaman dengan berbagai warna dan ukuran. Mengingat lahan yang tak luas, Anda bisa menempatkan tanaman-tanaman tersebut dalam pot. Selain tidak memakan banyak lahan, penggunaan pot juga lebih praktis untuk dipindah-pindahkan.

Untuk menutupi permukaan tanah, Anda bisa menggunakan rumput. Bisa juga dengan sekadar menebarkan batu. Anda dapat memilih batu koral atau batu bronjol putih. Agar tampilan kolam semakin cantik, Anda boleh menambahkan berbagai aksesori taman atau ornamen pancuran yang berdesain lucu dan unik.

Aswir menambahkan, taman mungil boleh diberi ornamen-ornamen dan detail yang biasa dipakai pada rumah-rumah besar. Ornamen seperti patung taman, lampu taman, kursi, bahkan jalan setapak juga bisa diterapkan di taman mungil Anda.

Namun, tentu saja desain, ukuran, dan penataannya berbeda dengan ornamen ru-mah besar. Ornamen yang Anda pilih harus mungil, tidak terlalu besar, terlalu panjang, atau terlalu lebar sehingga Anda masih punya space untuk meletakkan ornamen lainnya tanpa terkesan penuh.

Untuk membuat taman minimalis, ada beberapa karakteristik yang perlu diperhatikan. Bangunan gaya minimalis umumnya bertingkat dengan bentuk kotak atau geometris. Bentuk ini menyembulkan kesan tegas dan kaku. Nah, kehadiran taman diharapkan bisa mengurangi kesan kaku tersebut.

Di mana sebaiknya taman minimalis berada? Sangat fleksibel. Anda bisa menempatkannya di bagian depan, belakang, pojok, samping, bahkan di dalam rumah. Jika menyukai unsur air, Anda bisa menempatkan taman minimalis bertema taman air di bagian depan rumah. Jika taman berada di bagian belakang rumah, buatlah desain yang lebih sederhana.

Hindari bentuk-bentuk yang menyerupai gunung karena akan menumbuhkan kesan sempit. Jika ingin menghadirkan rumput, sebaiknya pilih yang berdaun kecil dan halus seperti rumput peking.

Lain halnya untuk taman minimalis yang hadir di dalam rumah. Biasanya terletak di ujung tangga. Tanaman yang pas untuk taman di dalam rumah adalah keluarga palem-paleman. Tanaman berdaun hijau dengan sedikit semburat kuning, dracena fragrans, juga layak Anda pilih.
(sindo//tty)

1 comment:

arsitek lanskep said...

blognya menarik, terimakasih atas informasinya..

salam sukses

Other :

Topic Relation
Digg!
Custom Search

Informasi jual beli

R.Design: Charm Skins